diklik.co
Indragiri Hilir

Banjir Rob Kepung Kehidupan Warga Inhil

Redaksi
Redaksi
Dipublikasi6 Februari 2026
Banjir Rob Kepung Kehidupan Warga Inhil
Iklan

leaderboard

Air datang perlahan, merayap dari sungai menuju parit, lalu menutup jalan, halaman, hingga akhirnya mengetuk lantai rumah warga. Begitulah kondisi alam di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam beberapa hari terakhir.

DiKlik.Co - Air datang perlahan, merayap dari sungai menuju parit, lalu menutup jalan, halaman, hingga akhirnya mengetuk lantai rumah warga. Begitulah kondisi alam di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam beberapa hari terakhir.

Di sejumlah wilayah, air pasang laut naik ke permukaan, mengubah jalanan menjadi kubangan, memutus mobilitas, dan memaksa warga beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas. Pekarangan terendam, rumah-rumah kemasukan air, sementara aktivitas harian harus berjalan di tengah genangan.

Ani, warga Desa Concong Luar, Kecamatan Concong, sudah beberapa hari belakangan ini hidup berdampingan dengan air pasang. Setiap sore, ketika laut meninggi, air kembali masuk ke rumahnya.

“Kalau air pasang, rumah tergenang. Mau tidak mau, barang-barang kami angkat ke tempat yang lebih tinggi supaya tidak rusak,” tuturnya lirih saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, kemarin.

Hampir seluruh perabot rumah tangga dipindahkan. Tikar, kursi, kasur, hingga peralatan dapur tak lagi berada di tempat semula. Rumah Ani kini terasa sempit, penuh tumpukan barang yang diselamatkan dari air.

Ketika air berangsur surut, pekerjaan lain menunggu. Ani dan keluarganya harus membersihkan lantai dari lumpur, sampah, dan sisa genangan yang terbawa arus pasang.

Kondisi serupa juga dirasakan warga di Kecamatan Tembilahan. Di kawasan ini, genangan air di sejumlah ruas jalan menjadi ancaman bagi pengendara. Banyak yang terjebak, motor mogok di tengah jalan dan harus didorong ke bengkel terdekat.

Ido, salah satu warga Tembilahan, mengaku motornya mati mendadak saat mencoba menerobos genangan.

“Saya kira masih bisa lewat. Baru setengah jalan, motor langsung mati. Terpaksa didorong sampai bengkel,” keluhnya.

Amat, seorang pekerja bengkel di Tembilahan membenarkan kondisi tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, bengkelnya dipenuhi sepeda motor yang mogok setelah terendam air.

“Banyak yang datang dorong motor. Rata-rata macet mendadak habis lewat jalan yang airnya cukup dalam,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Pelaksana BPBD Inhil, R Arliansyah, melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Ari Syuria meminta warga mengamankan barang berharga dan dokumen penting, serta mematikan aliran listrik jika air mulai masuk ke rumah.

“Seluruh masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi banjir rob susulan. Amankan dokumen penting, berhati-hati dalam menggunakan arus listrik di area banjir, dan segera melaporkan jika membutuhkan bantuan darurat,” tegasnya.(JAi)

#Indragiri Hilir
Iklan

leaderboard

Komentar