diklik.co
Indragiri Hilir

Lawan Abrasi di Pesisir Inhil, Polda Riau Tanam Mangrove Lewat Ekspedisi Merah Putih Presisi

Redaksi
Redaksi
Dipublikasi15 Agustus 2026
Lawan Abrasi di Pesisir Inhil, Polda Riau Tanam Mangrove Lewat Ekspedisi Merah Putih Presisi
Iklan

leaderboard

DIKLIK CO, INHIL - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Ekspedisi Merah Putih Presisi di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (15/8/2026). Aksi nyata pemulihan lingkungan menyambut HUT ke-81 RI ini ditandai dengan penanaman 3.600 bibit mangrove guna membentengi wilayah pesisir dari ancaman abrasi.

​Agenda tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, jajaran Forkopimda Inhil, serta akademisi Rocky Gerung.


​Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa ekspedisi ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar institusi kepolisian hadir langsung menjawab persoalan riil masyarakat pesisir.


​"Melalui kegiatan ekspedisi ini, Polri hadir di tengah masyarakat sekaligus memberikan perhatian terhadap lingkungan, khususnya kawasan yang terdampak kerusakan," ujar Herry di sela kegiatan.


​Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengungkapkan, penanaman mangrove di kawasan seluas 1.500 hektare ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pemulihan ekosistem kritis. Program ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja hijau (green jobs) bagi warga lokal selama masa pemeliharaan.


​"Dalam pemulihan ini akan tersedia pekerjaan bagi para pekerja hijau, mulai dari menanam bibit hingga merawatnya, dan itu dianggarkan. Setidaknya membutuhkan waktu tiga tahun sampai bibit mangrove tersebut tumbuh kokoh," tutur Jumhur.


​Peluang tersebut turut didorong oleh Wamen PPPA Veronica Tan agar membuka ruang setara bagi kaum perempuan setempat.


"Perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga pelaku. Kita perlu memikirkan perlindungan mereka karena bukan tidak mungkin pekerja hijaunya adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga," kata Veronica.


​Apresiasi turut disampaikan pengamat politik Rocky Gerung yang menilai pemulihan kawasan terluar merupakan bagian dari menjaga kedaulatan negara.


"Alam telah menyediakan tentaranya sendiri, namanya mangrove. Kaki-kaki mangrove lebih kuat daripada kaki-kaki tentara," ucap Rocky.


​Selain menanam ribuan bibit mangrove, kegiatan sosial ini diisi dengan dialog warga serta penyerahan bantuan berupa 750 paket sembako dan 10 unit mesin ketinting bagi para nelayan Desa Kuala Selat.

Iklan

leaderboard

Komentar