leaderboard
Diklik.co - Kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Bom, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Rabu siang (8/4/2026) kemarin menyisakan duka mendalam bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal beserta harta benda.
Di tengah upaya penanganan darurat, masyarakat justru dihadapkan pada persoalan lain, yakni padamnya aliran listrik yang berlangsung cukup lama. Kondisi ini memicu keluhan warga terhadap respons PLN UP3 Rengat yang dinilai belum sigap dalam menangani situasi di lokasi terdampak.
Minimnya penerangan saat malam hari membuat proses evakuasi, pencarian barang berharga, hingga penyaluran bantuan menjadi semakin sulit dilakukan.
Salah seorang warga Pulau Kijang, Haskar Junaidi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya penanganan listrik di tengah kondisi darurat.
“Kami sangat menyayangkan lambannya tindakan dari PLN. Di saat masyarakat sedang berduka dan membutuhkan penerangan, justru listrik padam tanpa kejelasan,” ujarnya.
Ia juga menilai, secara teknis pemadaman tidak seharusnya dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, sistem jaringan listrik memungkinkan pemutusan hanya pada titik tertentu, khususnya di area kebakaran.
“Seharusnya tidak semua pelanggan terdampak pemadaman. Jika hanya di lokasi kebakaran, mestinya bisa diputus di titik tersebut saja. Wilayah lain yang tidak terdampak seharusnya tetap mendapat aliran listrik,” jelasnya.
Haskar menambahkan, pemadaman satu gardu secara keseluruhan tanpa mempertimbangkan wilayah terdampak mencerminkan kurang optimalnya penanganan gangguan.
Masyarakat pun berharap pihak PLN segera melakukan evaluasi serta mempercepat pemulihan aliran listrik, terutama di wilayah yang tidak terdampak langsung kebakaran, agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih maksimal.
Hingga kini, warga masih menantikan langkah konkret dari pihak PLN untuk mengembalikan pasokan listrik di kawasan tersebut.*****



