leaderboard
Diklik.co - Namonyo jugo Wak Labu, selalu ado ide begelige . Kini Wak Labu meraso perlu membuat program yang lebih “berdampak langsung”. Program yang menyentuh masyarakat. Program yang bisa difoto.
Akhirnyo di kedai kopi Bahagia, Wak Labu mengumumkan ide besar:
Dapur MBG – Makan Bergizi Gratis.
Pak Mail langsung tanyo,
“MBG itu apo, Pak?”
Wak Labu menjawab dengan wajah serius,
“Makan Bergizi Gratis untuk masyarakat.”
Semua mengangguk.
Programnya terdengar sangat mulia.
Di grup WhatsApp RT muncul pesan panjang dari Wak Labu:
“RT 007 akan membuka Dapur MBG untuk membantu warga mendapatkan makanan bergizi.”
Mak Siti membaco pesan itu sambil mengangguk.
Ibu-ibu langsung semangat.
Asbabnyo urusan dapur… memang wilayah mereka.
Dapur MBG akhirnyo dibuat di rumah laka dekat balai warga.
Kompor dipasang.
Meja disiapkan.
Panci besar dipinjam dari rumah Mak Siti.
Ibu-ibu mulai memasak.
Menu hari pertami:
• Nasi
• Sayur bayam
• Telur dadar
• Sambal
Sederhana tapi enak.
Sementaro ibu-ibu sibuk di dapur…
Wak Labu sibuk di depan dapur.
Ambil foto.
Ambil video.
Selfie.
Bikin konten.
Caption langsung ditulis:
“Program MBG RT 007 berjalan sukses.”
Padahal nasi baru kering air didih.
Anak-anak datang duluan.
Menyusul bapak-bapak.
Suasana jadi ramai.
Semua makan bersama sambil belepak
Ketawo terdengar di mano-mano.
Inilah momen kampung yang sebenarnyo.
Saat makan, Pak Ujang betanyo santai,
“Pak RT, dana dapur ini dari mano?”
Sunyi sejenak.
Wak Labu menjawab pelan,
“Gotong royong masyarakat.”
Semua menoleh ke ibu-ibu dapur.
Karena merekalah yang sebenarnya urunan bahan.
Malamnya di kedai kopi, Pak Mail berkata,
“Program MBG ini bagus.”
Pak Beni mengangguk.
“Betul. Yang masak Mak Siti, yang beli bahan ibu-ibu, yang makan kite semua.”
Pak Ujang menambahkan pelan,
“Yang paling sibuk cumo foto.”
Semua langsung ketawo.
Walau begitu, Dapur MBG tetap berjalan beberapa hari.
Karena warga memang suko makan bersama sambil melepak.
Di Kampung Parit Aman, kadang program besar tidak penting siapa yang menggagas.
Yang penting:
perut kenyang,
orang ketawo,
dan dapur tetap hidup.
Cumo satu hal yang warga sudah hafal:
Kalau Wak Labu datang ke dapur…
Biasonyo bukan bawa sayur.
Tapi bawa kamera. 📷☕😄
By Bang KR
(Cerita ini hanya hiburan belaka)



