leaderboard
Diklik.co - Tak banyak yang tahu. Sebelum jadi Ketua RT di Kampung Parit Aman… Wak Labu pernah jadi wartawan. Bukan wartawan televisi. Bukan jugo wartawan nasional. Tapi reporter harian daerah. Tugasnyo dulu keliling kampung. Meliput rapat desa. Menulis berita pasar. Kadang juga menulis tentang jalan rusak. Walau tulisannyo sering dipotong redaksi…😀😀😀 Wak Labu tetap bangga dengan masa lalunya itu.
Duo hari nak rayo, Wak Labu datang ke kedai kopi dengan wajah serius.
Di tangannyi ada map.
Pak Mail betanyo heran
“Pak RT sekarang bawa proposal lagi?”
Wak Labu menggeleng.
“Bukan proposal.”
Dio membuka map itu.
Di dalamnyo ada tulisan besar:
LEPAK – Lembaga Pengawas Kabupaten
Pak Ujang membaca pelan.
“LEPAK?”
Bang Jali langsung tekekeh-tekeh
“Namo oganisasinyo cocok… rapatnyo pasti di kedai kopi.”
Ruponyo organisasi itu baru sajo dibentuk.
Dan tanpa banyak diskusi…
Wak Labu langsung menjadi ketua.
Anggotanyo siapo? Timpal Pak Mail
Wak Labu menjawab santai,
“Kito-kiro lah dulu.”
Maknanya:
Pak Mail.
Pak Ujang.
Bang Jali.
Tiga orang yang sebenarnya cumo sedang minum kopi.
Sebagai Ketua LEPAK, Wak Labu punya rencana besar.
Diao ingin membawa rombongan wartawan menemui Bupati.
Tujuannyo jelas:
menyampaikan keluhan masyarakat.
Topiknyo sudah ready
• jalan rusak
• jembatan hampir roboh
• harga kelapa turun
• pembangunan lebih banyak di kota
Pak Mail mengangguk.
“Ini keluhan kampung… atau program Wak Labu?”
---------------------
Sesuai rencana, besoknyo rombongan kecil itu berangkat.
Empat orang naik satu mobil pick-up pinjaman.
Di dalam mobil Wak Labu nampak sangat serius.
Dio bahkan membawa buku catatan kecil.
Pak Ujang berbisik ke Bang Jali,
“Pak RT ini kalau sudah pegang buku… meraso wartawan lagi.”😀😀😀
Tibo di kantor Bupati, mereka jumpo dengan ajudan bupati terlebih dulu.
Ketika masuk ruangan khusus tame Bupati, Wak Labu langsung panjang lebar becakap dengan lagak wartawan.
Nada suaranyo seperti konferensi pers.
“Kami dari LEPAK ingin menyampaikan aspirasi masyarakat…”
Bupati mendengarkan dengan serius dan sesekali senyum.
Percakapan didominasi Wak Labu.
Bahkan Wak Labu dengan bangga
“Dulu sayo juga wartawan harian daerah.”
Bupati mengangguk sopan.
“Wah… Elok tu.”
Pak Mail berbisik pelan ke Pak Ujang,
“Dulu wartawan… sekarang jadi narasumber. “
-----------------------
Balek dari kantor Bupati, rombongan itu kembali ke kedai kopi.
Bang Jali langsung memulai
“Pak RT… misi LEPAK hari ini berhasil?”
Wak Labu mengangguk bangga.
“Yang penting suaro masyarakat sudah sampai.”
Pak Mail tersenyum.
“Beritanyo siapo yang tulis?”
Wak Labu mengangkat cangkir kopi dan berkata santai:
“Kito tulis sendiri… besok kita baco di kedai kopi.” ☕😂
By Bang KR
(Cerita hanya hiburan semata)



