diklik.co
Gaya Hidup

Wak Labu Jadi Ketua RT : (Part 18) Wak Labu Bentuk Panitia Balek Kampung

Redaksi
Redaksi
Dipublikasi13 Maret 2026
Wak Labu Jadi Ketua RT : (Part 18) Wak Labu Bentuk Panitia Balek Kampung
Iklan

leaderboard

Diklik.co - Rayo lah dekat. Sebagai pemimpin, Wak Labu bepike Dio mesti fokus. Apalagi kini Kampung Parit Aman mulai ramai. Rumah dicat dan Lampu dipasang. Ibu-ibu mulai membuat kue. Sehingga Wak Labu merasa perlu satu program lagi. Program yang menurutnyo sangat strategis.

Di kedai kopi Wak Labu serius becakap:

“Mudik harus diatur dengan baik.”

Pak Mail mengerutkan dahi.

“Diatur macam mano, Pak?”

Wak Labu menjawab bangga:

“Kito bentuk Panitia Mudik Kampung.”

Semua yang duduk di meja kopi langsung saling pandang.

Karena biasonya… orang mudik datang sendiri.

Seperti biaso, panitia langsung dibentuk.

Ketuo: Pak Ujang

Sekretaris: Pak Mail

Koordinator Lapangan: Bang Jali

Wak Labu?

Penanggung jawab utamo.

Jabatan yang paling tinggi… dan paling sedikit kerjo lapangan.

Menurut Wak Labu, panitia punyo tugas penting:

• Menyambut perantau balek kampung

• Mengatur parkir kendaraan

• Menjaga suasana kampung tetap tertib

Semuo terdengar sangat resmi.

Padahal biasonyo semuo itu berjalan alami sajo. 

Sementara panitia masih sibuk membuat daftar tugas…

ibu-ibu sudah jauh lebih sibuk.

Di dapur rumah Mak Siti:

Kue nastar.

Kue semprit.

Kue bangkit.

Aroma mentega memenuhi gang kecil.

Anak-anak mondar-mandir menunggu kesempatan mencicipi.

Melihat semuo itu, Pak Mail becakap pelan ke Wak Labu:

“Pak RT, sebenarnyo yang paling sibuk menjelang lebaran ini siapo?”

Wak Labu berpikir sejenak.

Lalu menjawab,

“Panitia mudik.”

Pak Mail menunjuk dapur Mak Siti yang penuh orang.

“Kalau yang itu apo?”

Wak Labu terdiam.

Hari demi hari berlalu.

Perantau mulai datang.

Motor parkir di halaman rumah.

Anak-anak berlari menyambut keluargo yang pulang.

Tanpa panitia pun… tetaplah berjalan macam yang sudah-sudah.

Akhirnyo Wak Labu menyadari sesuatu.

Kampung sebenarnyo sudah berlaku sejak lamo.

Tak selalu perlu panitia.

Tak selalu perlu rapat.

Kadang cukup dengan kebiasaan lamo:

orang based kampung,

ibu-ibu memasak,

anak-anak tertawa.

Dan suasana itu sudah cukup membuat kampung terasa hidup.

Sementaro Panitia Mudik yang dibentuk Wak Labu…

akhirnyo lebih banyan rapat di kedai kopi.

Membahas satu hal yang memang sangat penting menjelang lebaran:

di rumah siapo kue paling enak untuk dicicipi duluan. ☕😄


By Bang KR

(Cerite ini hanya hiburan semata)

#Indragiri Hilir#Inhil#Tembilahan#Riau
Iklan

leaderboard

Komentar