diklik.co
Gaya Hidup

Wak Labu Jadi Ketua RT : (Part 19) Jelang Lebaran, Wak Labu “Kena Olah”

Redaksi
Redaksi
Dipublikasi14 Maret 2026
Wak Labu Jadi Ketua RT : (Part 19) Jelang Lebaran, Wak Labu “Kena Olah”
Iklan

leaderboard

Diklik.co - Lebaran tinggal lapan hari lagi di Kampung Parit Aman. Suasano kampung mulai sibuk. Ibu-ibu membuat kue. Anak-anak mencoba baju baru. Bapak-bapak mulai sibuk memperbaiki lampu halaman. Dan seperti biaso… Wak Labu jugo sibuk. Sibuk memantau… dari kedai kopi.😀😀

Siang itu datang seorang pedagang keliling ke kampung.

Dio bawa kardus besar.

Isinyo? Katonyo kurma spesial dari Timur Tengah.

Pedagang itu langsung mendekati meja Wak Labu.

“Pak… ini kurma kualitas haji.”

Wak Labu langsung tertarik.

Soalnya kalau sudah menyebut kata haji, biasonyo Wak Labu meraso itu urusan serius.

Pedagang itu style marketing meyakinkan.

“Ini kurma langka, Pak.

Biasonyo untuk tamu penting.”

Pak Mail mulai curiga.

Tapi Wak Labu sudah lebih dulu betanyo

“Khasiatnyo apo?”

Pedagang itu menjawab cepat:

“Kalau makan ini, badan segar, puaso kuat, tamu lebaran senang.”

Kalimat terakhir itu yang paling keno di hati Wak Labu.

Tanpa pikir panjang Wak Labu membeli dua kotak besar.

Niatnyo satu untuk rumah.

Satu lagi untuk tamu penting RT.

Pak Ujang berbisik ke Pak Mail,

“Sejak bilo RT kito ado tamu penting?”

Pak Mail menjawab,

“Sejak Wak Labu beli kurma mahal.”

Habis buko Paso, Wak Labu membuka kotak kurma di rumah.

Mak Long ikut nengok. 

Awalnyo semua terlihat normal.

Tapi setelah diperhatikan…

Bentuknyo agak aneh.

Mak Long mengambil satu.

Menggigit sedikit.

Lalu pelan menyeringai

“Labuu… ini bukan kurma.”

Wak Labu terkejut.

“Bukan?”

Mak Long mengangguk.

“Ini kismis besar yang ditempel-tempel.”

Beberapa detik Wak Labu hanya memandang kotak itu.

Di otaknyo mungkin sedang mengire-ngire:

• harga yang dibayar

• jumlah kismis

• dan tingkat kebodohan yang baru terjadi.

Habis Tarawih, Wak Labu datang ke kedai kopi dengan wajah tenang.

Pak Mail betanyo, 

“Kurma Timur Tengah tadi macam mano, Pak?”

Wak Labu menjawab pelan,

“Itu bukan kurma.”

Pak Ujang langsung ngakak ketawo

“Jadi apo?”

Wak Labu menarik napas panjang.

“Kurma… versi kreatif.”

Besoknya berita menyebar cepat.

Wak Labu “keno olah” jelang lebaran.

Di Kampung Parit Aman akhirnyo muncul pepatah baru:

“Kalau Wak Labu sudah percayo iklan, pedagang pasti senang.”

Sementara Wak Labu kini punyo stok kismis besar yang sangat banyak.

Cukup untuk menjamu tamu lebaran…

sampai mungkin lebaran tahun ke depan. ☕😂


By Bang KR

(Cerita ini hanya hiburan semata)

#Indragiri Hilir#Inhil
Iklan

leaderboard

Komentar