diklik.co
Gaya Hidup

Wak Labu Jadi Ketua RT : Persiapan Pawai Takbiran

Redaksi
Redaksi
Dipublikasi19 Maret 2026
Wak Labu Jadi Ketua RT : Persiapan Pawai Takbiran
Iklan

leaderboard

Diklik.co - Malam takbiran tinggal satu hari lagi. Walau open house batal, Wak Labu tak mau kehilangan momen. Dio punyo satu ide baru. Pawai takbiran RT 007 harus paling meriah.

Sore itu Wak Labu mengumpulkan warga di kedai kopi.

Tanpa undangan resmi.

Tanpa proposal.

Cukup satu kalimat:

“Datang ke kedai… penting.”

Dalam 10 menit, Pak Mail, Pak Ujang, Bang Jali, dan beberapa pemuda sudah berkumpul.

Wak Labu berdiri.

Tangannyo di belakang.

Mukonyo serius.

“Kito buat pawai takbiran yang lain dari yang lain.”

Pak Mail langsung bertanya,

“Lain macam mano, Pak?”

Wak Labu menjawab penuh semangat:

• Ada obor

• Ada beduk

• Ada lampu hias

• Dan… ada mobil hias

Bang Jali langsung menyela,

“Mobil hias kita dari mano?”

Setelah dicek, hanya ada satu kendaraan yang bisa dipakai:

pick-up Bang Jali.

Itu pun biasa dipakai angkut kelapa.

Pak Ujang berkata,

“Kalau dihias… bau kelapanya hilang tak?”

Malam itu juga mereka mulai menghias mobil.

Dipakai:

• lampu kelap-kelip

• kertas warna-warni

• spanduk kecil bertuliskan “RT 007”

Anak-anak paling semangat.

Mereka menempel hiasan ke mana saja… termasuk ke kaca depan.

Wak Labu datang memeriksa.

Melihat hasilnyo, dio  mengangguk puas.

“Bagus… ini baru semangat takbiran.”

Pak Mail berbisik ke Pak Ujang,

“Kalau lampunyo ambah lagi… biso  jadi kapal pesiar.”

Setelah dekorasi selesai, warga mencoba latihan.

Beduk dipukul.

Takbir dikumandangkan.

Suaro agak tidak kompak.

Ado yang cepat.

Ado yang lambat.

Bang Jali berkata,

“Ini takbiran… atau lomba kejar-kejaran suaro?”

Walau banyak kekurangan, semangat warga tetap tinggi.

Bagi Wak Labu, ini lebih dari sekadar pawai.

Ini tentang kebersamaan.

Tentang kampung yang tetap hidup walau banyak masalah.

Malam itu Wak Labu berdiri melihat warga yang sibuk.

Lalu berkata pelan:

“Kalau kampung kompak… takbiran pun terasa lebih meriah.”

Pak Mail tersenyum.

“Yang penting jangan sampai mobil hiasnya mogok di tengah jalan.”

Semua langsung tertawa.

Dan Kampung Parit Aman pun siap menyambut malam takbiran.

Dengan segala kesederhanaannya.

Dengan segala kekacauan kecilnya.

Dan tentu saja…

dengan sentuhan khas dari Ketua RT mereka:

Wak Labu. ☕😄


By Bang KR

(Cerita ini hanya hiburan semata)

#Inhil#Indragiri Hilir#Tembilahan
Iklan

leaderboard

Komentar