diklik.co
Gaya Hidup

Wak Labu Jadi Ketua RT, Wak Labu Jualan Kue Raye

Redaksi
Redaksi
Dipublikasi15 Maret 2026
Wak Labu Jadi Ketua RT,  Wak Labu Jualan Kue Raye
Iklan

leaderboard

DIKLIK.CO - Raye tinggal dua hari lagi di Kampung Parit Aman. Di setiap rumah aroma kue sudah memenuhi udara.

Kue nastar.

Kue semprit.

Kue bangkit.

Tapi tahun ini ada sesuatu yang agak berbeda.

Karena untuk pertama kalinya dalam sejarah kampung…

Wak Labu ikut jualan kue raye.


Ide itu muncul di kedai kopi.

Siang itu Wak Labu melihat ibu-ibu kampung sibuk membuat kue.

Penuh semangat pirate:

“Ini peluang ekonomi rakyat!”

Pak Mail langsung curiga.

“Peluang macam mano, Pak?”

Wak Labu menjawab mantap:

“Kite bantu jualkan kue mereka.”

Kedengarannya sangat mulia.

Tapi sebenarnya Wak Labu juga ingin dapat sedikit untung.


Besoknya di depan rumah Wak Labu muncul meja panjang.

Di atasnyo bederet ado toples-toples kue.

Spanduk kecil digantung:

“KUE RAYE KAMPUNG PARIT AMAN – DIJAMIN RASO KAMPUNG.”

Pak Ujang yang lewat berhenti sebentar.

“Pak RT sekarang jadi pedagang?”

Wak Labu tersenyum bangga.

“Ini namonyo pemberdayaan ekonomi masyarakat.”


Wak Labu menjual kue juga unik.

Setiap orang yang lewat langsung dipanggil.

“Singgah dulu!”

Kalau orang itu berhenti, Wak Labu mulai promosi panjang.

“Kue ini dibuat Mak Siti.

Ini resep turun-temurun.

Kalau makan satu… biasonyo tambah duo.”

Bang Jali yang lewat langsung becaok,

“Tambah duo… bayarnyo tetap tigo kan, Pak?”


Tapi ado satu masalah yang mulai muncul.

Setiap kali menjelaskan kue kepada pembeli…

Wak Labu selalu mencicipi dulu.

“Ini control rasonyo.”

Satu kue dimakan.

Lalu kue lain juga dicobu teray



Mak Long memperhatikan dari dalam rumah.

Awalnya dio diam.

Tapi setelah satu jam…

jumlah kue di toples berkurang cukup banyak.

Pembelinya cuma duo orang.

Mak Long akhirnyo keluar.

“Labuu…”

Wak Labu menoleh pelan.

“Iyo Mak?”

Mak Long menunjuk toples.

“Yang beli orang… atau Pak RT sendiri?”


Pak Mail dan Pak Ujang yang duduk di dekat situ langsung tertawa.

Bang Jali bahkan menghitung pelan:

“Kalau tiap promosi makan satu… stok kue bisa habis sebelum lebaran.”


Menjelang petang lapak Wak Labu akhirnyo tutup.

Sebagian kue memang laku.

Sebagian lagi… habis dicicipi.

Malamnyo di kedai kopi Pak Mail bekesah,

“Pak RT, bisnis kue hari ini bagaimana?”

Wak Labu menjawab dengan wajah serius:

“Alhamdulillah… kualitas kue sudah teruji.”

Pak Ujang betanyo lagi,

“Untungnyo berapo?”

Wak Labu terdiam sebentar.

Lalu berkato pelan:

“Untungnyo ambek persenan siket...perut sayokenyang.” ☕😂


By Bang KR

(Cerita ini hanya hiburan semata)

Iklan

leaderboard

Komentar